1 ) Cerita tentang Mimpi Mengabdi Negeri…
http://edukasi.kompas.com/read/2011/01/30/10122549/Cerita.tentang.Mimpi.Mengabdi.Negeri.

Minggu, 30 Januari 2011 | 10:12 WIB
KOMPAS.com – “Izinkan anak-anak SD di pelosok itu mencintai, meraih inspirasi, dan berbinar menyaksikan kehadiranmu. Dan yang terpenting, Anda sebagai anak terbaik telah ikut—sekecil apa pun—mendorong kemajuan, mengubah masa depan mereka menjadi lebih cerah….”
Itu adalah sepenggal isi e-mail dari Anies Baswedan yang merupakan kata-kata perpisahannya mengantar keberangkatan 51 pengajar muda ”Indonesia Mengajar” menuju dusun-dusun di pelosok Indonesia, awal Desember lalu. Dalam suratnya yang menyentuh itu, Anies menyebutkan bahwa mereka adalah anak-anak usia muda yang meninggalkan kenyamanan hidup. Ke-51 pengajar muda itu (Baca: Mereka yang Dibutuhkan Negeri Ini) merupakan orang-orang muda terpilih, bahkan mungkin yang terbaik di generasinya. Banyak di antara mereka yang telah hidup mapan dengan gaji yang sangat memadai. Tetapi mereka kemudian banting setir, untuk sebuah mimpi bersama: ingin mengabdi kepada negeri tercinta, ingin menyatu dengan rakyat jelata. Mereka memutuskan menjadi guru SD di desa-desa tanpa listrik.
“Saya terinspirasi oleh ucapan Pak Anies dalam sebuah seminar bahwa fresh graduate saat ini cuma punya indeks PK (prestasi kumulatif) tinggi, tetapi cara berpikirnya tidak terstruktur, cara bicaranya tidak sistematis. Pas denger itu, saya berpikir, loh kok kayak saya banget,” kata Nesia Anindita, anak Jakarta yang tinggal di kawasan elite di Kebayoran Baru dan memperoleh penempatan mengajar di Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Bengkalis.

…dst

2 ) Jangan Sampai Ijazah Trisakti Diragukan
http://www.jpnn.com/read/2011/01/30/83264/Jangan-Sampai-Ijazah-Trisakti-Diragukan-

Minggu, 30 Januari 2011 , 21:31:00
JAKARTA—Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal mengimbau pihak rektorat Universitas Trisakti untuk taat terhadap keputusan hukum yang berlaku. Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas proses belajar mengajar di kampus. “Karena ini sudah domain hukum, maka alangkah baiknya jika semua harus diserahkan kepada prosedur hukumnya. Jangan sampai proses belajar mengajar teraniaya,” ungkap Fasli kepada JPNN di Jakarta, Minggu (30/1). Fasli mengungkapkan, dengan adanya permasalahan antara Rektorat dan Yayasan ini, jangan sampai menimbulkan keraguan terhadap masyarakat khususnya para mahasiswa yang belajar di tempat tersebut. “Keraguan itu misalnya, orang ragu-ragu mengenai keabsahan ijazah di universitas yang bersangkutan. Walaupun di sini ada yayasan dan rektorat yang sedang sibuk di dalam ranah hukum, kami selaku pemerintah harus mengamankan hal ini jangan sampai ada keraguan, baik dalam legalitas ijazah maupun dari jaminan proses belajar mengajar yang memang harus dilindungi,” paparnya.
Selain itu, untuk masalah kepemimpinan di lingkungan kampus, Fasli juga mengatakan bahwa hal tersebut harus diserahkan kepada badan hukum yang sudah dinyatakan sah secara hukum. Artinya, lanjut Fasli, jika proses hukum sudah berjalan dan yayasan yang dimaksud sudah dinyatakan sah secara hukum maka prosedur pelantikan dan penetapan rektor harus dikembalikan kepada yayasan yang sah.

…dst

3 ) Muhaimin: Mahasiswa Indonesia di Mesir Sudah Ditangani KBRI
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/01/30/brk,20110130-309919,id.html

MINGGU, 30 JANUARI 2011 | 15:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta -Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, mengaku mahasiswa Indonesia yang belajar di Kairo, Mesir, telah mendapat penanganan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di sana. “Mereka telah mendapat perhatian dari KBRI,” kata Muhaimin, usai membuka diskusi nasional dengan tema: Gubernur, Siapa yang Pilih, di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Ahad (30/1). Namun, Muhaimin tidak menjelaskan rinci penanganan para mahasiswa tersebut agar tetap aman dari gejolak politik di Mesir itu. Aksi demonstrasi besar-besaran di Mesir sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Para demonstran mendesak Presiden Husni Mubarak, yang telah berkuasa 31 tahun mundur. Apakah tak ada rencana memulangkan? Menurut Muhaimin, pemulangan para WNI di Mesir menjadi kewenangan Kementerian Luar Negeri. Sedikitnya ada 6000 WNI di Mesir, terdiri dari 4.297 pelajar dan mahasiswa, 1.002 tenaga kerja wanita, sisanya staf dan keluarga kedutaan. Selain itu juga ada 370 wisatawan Indonesia yang kini berada di Kairo.

…dst

4 ) Undip Mengakomodasi 20% Mahasiswa Miskin
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/01/31/135763/Undip-Mengakomodasi-20-Mahasiswa-Miskin-

31 Januari 2011
SEMARANG-Pada seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2011 mendatang, Universitas Diponegoro (Undip) akan menerima 20% mahasiswa dari jalur undangan. Jalur yang akan dilakukan oleh sekolah untuk mendata 25% siswa berprestasi di tiap kelasnya itu, sudah disosialisasi Undip kepada kepala sekolah SMA se-Kota Semarang, baru-baru ini. ”Kami sudah bersosialisasi, Kamis (27/1) lalu dengan mengundang para kepala sekolah SMA di Kota Semarang mengenai jalur undangan SNMPTN. Undip akan menerima 20%mahasiswa dari jalur tersebut. Pendaftaran jalur ini dimulai pada 1 Februari 2011 melalui website Undip www.undip.ac.id,” ungkap Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi MES PhD, kemarin. Porsi 60% penerimaan mahasiswa melalui seleksi nasional atau SNMPTN ini dibagi, 20% melalui jalur undangan dan 40% dari tes tertulis. Sementara Undip tetap mengakomodasi 20% mahasiswa miskin untuk diterima di kampus tersebut. ”Jadi, bila Undip menerima sekitar 8.000 mahasiswa, maka 1.600 mahasiswa harus dari kalangan yang kurang mampu. Selain itu, jatah 225 beasiswa bidik misi juga dimanfaatkan bagi mereka yang miskin tetapi berprestasi, karena semangat kami adalah kerakyatan,” urainya.
Tidak Naik
Tahun ini Undip juga tidak akan menaikkan SPP dan SPI mahasiswa, bahkan SPMP hanya diberlakukan sukarela bagi yang mampu. Untuk melakukan pendataan tersebut, Undip tidak akan melakukan survei lapangan dalam pengecekan kondisi mahasiswa miskin yang dibebaskan dari biaya SPP. “Tak perlu itu cek lapangan, karena kami percaya. Cukup dilihat berdasarkan data yang dilampirkan mahasiswa bersangkutan,” kata Sudharto.

…dst

5 ) Kebijakan SNMPTN Perlu Ditata Ulang
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/379094/

Monday, 31 January 2011
JAKARTA(SINDO) – Langkah pemerintah yang membuka jalur undangan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) kepada sekolah berakreditasi C dinilai belum cukup. Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo mengatakan, kebijakan SNMPTN seharusnya ditata ulang.Sebab, sistem penerimaan mahasiswa baru itu selama ini masih membatasi hak anak Indonesia untuk meraih kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Menurut Sulistyo, selama ini masih banyak anak yang tidak bersekolah di sekolah berakreditasi baik.Padahal,mereka memiliki kemampuan dan kecerdasan tinggi. “Banyak sekolah di pelosok bahkan tidak berakreditasi karena pemerintah tidak mampu mencapai,” tegas Sulistyo kepada SINDO di Jakarta kemarin. Karena itu, Sulistyo meminta agar pemerintah tidak lagi menghukum siswa dengan vonis status akreditasi yang tidak baik.”Ini kesalahan lembaga pendidikannya, bukan siswa,” tandasnya. Diprioritaskannya siswa dari sekolah berakreditasi A dan B pada SNMPTN sebelumnya juga sudah diprotes PGRI,tapi tidak ada tindak lanjutnya. Pembedaan status ini juga disebut sebagai diskriminasi di tengah ketidakmampuan pemerintah untuk menyediakan fasilitas maupun sarana prasarana yang baik dalam dunia pendidikan. Sulistyo juga mengatakan, seluruh siswa yang lulus seharusnya diberikan kesempatan yang sama untuk mendaftar SNMPTN. Sedangkan untuk tahap seleksi diserahkan pada hasil tes dan universitas masing-masing.

…dst

6 ) PT Perlu Fokus Invensi
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/378951/

Sunday, 30 January 2011
YOGYAKARTA(SINDO) – Perguruan Tinggi (PT) diharapkan mampu mengubah image-nya dari lembaga tempat belajar mengajar menjadi lembaga penemu atau research and development institution. Cara tersebut untuk menjawab perkembangan dunia dari era industrialisasi menuju era informasi.Perkembangan informasi yang terjadi nantinya diperkirakan akan berujung pada era invensi atau penemuan. Dunia informasi cepat atau lambat harus disikapi bijak oleh kalangan kampus. Jika kampus tak bisa menyesuaikan dengan perubahan ini, maka keilmuannya kurang bisa memberikan kemanfaatan yang luas bagi masyarakat. “Dalam era penemuan,perekonomian sebuah negara tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sumber alam semata. Lebih dari itu,pengetahuan merupakan poin penting untuk menciptakan penemuan yang bermanfaat bagi kehidupan dan pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian,” tutur Kepala Lembaga Pengembangan Pendidikan,Penelitian dan Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Mukti Fajar kemarin. Berkaitan dengan penemuan, menurut Mukti,tingkat kesadaran untuk mendapatkan hak kekayaan intelektual (HKI) juga masih rendah. Banyak yang beranggapan bahwa HKI cenderung berhubungan dengan ilmu eksata saja.Padahal HKI merupakan hak yang dapat diaplikasikan pada semua penemuan dan tidak terkotakkotak sesuai dengan bidang ilmu yang dikembangkan.

…dst

7 ) Kemdiknas Siapkan Rp 100 Miliar untuk Pendidikan Kewirausahaan
http://www.jpnn.com/read/2011/01/31/83287/Kemdiknas-Siapkan-Rp-100-Miliar-untuk-Pendidikan-Kewirausahaan-#

Senin, 31 Januari 2011 , 06:16:00
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Indonesia (Kemendiknas) terus berupaya menggenjot pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi. Tahun ini, disiapkan anggaran Rp 100 miliar untuk mempermulus program tersebut. Anggaran itu disiapkan untuk membiayai proposal atau blockgrant wirausaha mahasiswa dan beasiswa dosen khusus ilmu kewirausahaan. Wakil Menteri Pendidikan Fasli Jalan menjelaskan, secara keseluruhan anggaran tersebut akan dikucurkan di pusat-pusat enterpreneur. Pusat-pusat enterpreneur ini didirikan di kampus-kampus negeri di masing-masing provensi. “Yang jelas program ini terus berlanjut,” papar mantan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) itu di Jakarta, Minggu (30/1). Fasli menjabarkan, tahun lalu minat mahasiswa untuk mengajukan proposal wirausaha cukup tinggi. Kemendiknas mencatat tahun lalau ada seratus ribu lebih mahasiswa yang mengajukan proposal tersebut. Masing-masing mahasiswa yang mengajukan proposal wirausaha tersebut, mendapatkan bantuan pembiayaan rata-rata Rp 8 juta. Tahun ini, nilai bantuan diperkirakan tetap.

…dst

8 ) RS Unhas Kekurangan SDM dan Peralatan
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/378994/

Monday, 31 January 2011
MAKASSAR(SINDO) – Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin (RSP-Unhas) yang telah beroperasi sekitar 10 bulan,masih mengalami kekurangan sumber daya manusia (SDM) dan peralatan medis. Rumah sakit yang diresmikan Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, 15 Maret 2010 ini, hanya didukung 90 tenaga dokter spesialis, 61 calon pegawai negeri sipil (CPNS), dan 243 tenaga kontrak. Padahal, RS pendidikan ini, melayani 25 layanan kesehatan baik bedah maupun non bedah. Dekan Fakultas Kedokteran Unhas Prof.dr.Irawan Jusuf, Ph.D. mengatakan, dalam operasionalnya, RS tersebut membutuhkan tenaga sumberdaya manusia, sarana dan prasarana, dan manajemen. Selama ini pendidikan dokter dilaksanakan bekerja sama dengan RSUP Wahidin Sudirohusodo. “Masalah yang dihadapi selain keterbatasan anggaran, juga kendala sumberdaya manusia yang masih terus berproses,peralatan yang belum lengkap, dan fasilitas lainnya,” katanya disela-sela kunjungan sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta bersama Tim Health Professional Education Quality (HPEQ),Tim Rumah Sakit Pendidikan Pendidikan Nasional, dan Tim Proyek Islamic Decelopment Bank (IDB), Minggu (30/1), kemarin.

…dst

9 ) Pemerintah Akui Kesenjangan Gaji Aparat Terlalu Tinggi
http://www.jpnn.com/read/2011/01/31/83271/Pemerintah-Akui-Kesenjangan-Gaji-Aparat-Terlalu-Tinggi-

Senin, 31 Januari 2011 , 00:50:00
JAKARTA – Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan & RB) mencatat bahwa kesenjangan gaji antara aparatur negara yang tidak memegang jabatan dengan pejabat negara begitu mencolok. Kesenjangan gaji juga terjadi antarinstansi pemerintahan. Padahal jika diukur dari kinerjanya, perbedaannya tidak terlalu jauh. Deputi SDM bidang Aparatur Kemenpan & RB, Ramli Naibaho, menyatakan bahwa harusnya selisih gaji antara aparatur non jabatan dengan aparat dengan jabatan tertentu maupun antarinstansi tidak terlalu jauh. Ramli mencontohkan perbandingan gaji aparatur biasa dengan pemegang jabatan di luar negeri yang hanya 1:3 atau 1:4. “Tapi di Indonesia, perbandingannya 1:15 bahkan 1:25. Di luar negeri kesenjangannya kecil karena pendapatan negaranya besar. Ketika inflasi, tidak ada pengaruhnya. Beda dengan kita yang sangat tergantung pada inflasi,” tutur Ramli kepada JPNN, Minggu (30/1). Menurutnya, jika sistem penggajian di Indonesia tidak bisa menyamai luar negeri maka paling tidak bisa mendekati angka idealnya. “Angka idealnya jangan mendekati perbandingan 1:15 lah,” cetusnya.

…dst

10 ) Berita Politik dan Lain-Lain
Resolusi di Mesir
KBRI di Mesir Minta Bantuan Tentara untuk Menjaga WNI
Kemenlu Sulit Pantau WNI di Mesir
Marty Minta WNI di Mesir Berkomunikasi dengan KBRI
Muhaimin: Mahasiswa Indonesia di Mesir Sudah Ditangani KBRI
WNI Diimbau Tidak Melawat ke Mesir
PKS: Revolusi di Mesir Mirip Reformasi Tahun 1998
Sultan Nilai Demonstrasi di Mesir Bisa Saja Menular ke Indonesia
Amerika Serikat Evakuasi Warganya dari Mesir
34 Anggota Ikhwanul Muslimin Meloloskan Diri dari Penjara Mesir
WEF 2011 di Swiss
Rombongan SBY Didemo di Davos
KPK vs Politisi
KPK Siap Ladeni Politisi Senayan
KPK Diminta tak Takut Senayan
KPK Didesak Ambil Tindakan Terhadap Miranda
Sultan: KPK Perlu Klarifikasi Terkait Penahanan 19 Politisi
Gaji Pejabat
Menkeu Diminta Tak Gegabah soal Gaji Pejabat
DPR Kompak Tolak Kenaikan Gaji
Pemerintah Akui Kesenjangan Gaji Aparat Terlalu Tinggi
Lain-Lain
Korban Lahar Buat Hunian Sendiri
Keturunan China Mulai Tampil
LAPAN: Ayo Pembuat Crop Circle Mengakulah!
Kumpulkan Tanah dari 202 Negara,Air dari 99 Sungai (situs pusat bumi di Jepara)