1 ) Dikti Adopsi Pendidikan Karakter UMI
http://kampus.okezone.com/read/2012/10/02/373/697785/dikti-adopsi-pendidikan-karakter-umi

Selasa, 02 Oktober 2012 08:46 wib
MAKASSAR – Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Masrurah Mokhtar mengaku, sistem pendidikan karakter yang dikembangkan kampus swasta terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI) tersebut sudah dilirik oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hal tersebut disampaikan Masrorah saat memberikan sambutan dalam seminar nasional Pembangunan Karakter Bangsa kerjasama antara MPR RI-UMI di Hotel Swiss Bel Inn Makassar, kemarin. Dalam acara yang dibuka Wakil Ketua MPR Farhan Hamid menghadirkan beberapa pemateri seperti, Akbar Faisal (Hanura), Rahadi Zakaria, SH (PDI P), Ketua BAN/Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof. Mansyur Ramly, Rektor UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mochtar, Guru besar di bidang Hukum/Dosen PPs UMI Prof. Dr. Hambali Thalib SH. MH., dan Wakil Rektor IV UIN Alauddin Prof. Dr. Kamaruddin Amin.

…dst

2 ) Indonesia Berpartisipasi dalam Konferensi Tahunan Forum Pendidikan untuk Asia
http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/713

10/02/2012
Beijing — Konferensi Tahunan Forum Pendidikan untuk Asia tahun 2012 atau 2012 Education Forum for Asia Annual Conference berlangsung pada tanggal 21-23 September lalu. Dalam forum internasional ini, Indonesia berperan serta menjadi peserta, bahkan Atase Pendidikan KBRI Beijing menjadi salah satu pembicaranya. Acara yang diselenggarakan di Hotel Jin Jiang Chengdu ini disponsori banyak pihak, di antaranya Kementerian Pendidikan RRC dan Komisi Nasional RRC untuk UNESCO. Konferensi kali ini mengusung tema “Towards a More Prosperous and Better Future” yang mendiskusikan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Asia sebagai topik utama bahasan konferensi. Konferensi diikuti 500 peserta dari berbagai negara di dunia seperti Amerika Serikat, India, Filipina, Nepal, Malaysia, Indonesia, Iran, Pakistan, New Zealand, Taiwan, Srilangka, dan China. Peserta terdiri dari pejabat tinggi China, para mantan pemimpin negara, pendidik, diplomat, perwakilan organisasi internasional, para pemimpin perguruan tinggi serta perusahaan juga media masa. Di antara tamu VIP terdapat Irina Bokova, Sekjen UNESCO.

…dst

3 ) Beasiswa Sobat Bumi Pertamina Foundation Dibuka!
http://kampus.okezone.com/read/2012/10/02/368/697800/beasiswa-sobat-bumi-pertamina-foundation-dibuka

Selasa, 02 Oktober 2012 09:22 wib
JAKARTA – Pertamina Foundation menyediakan 205 beasiswa bagi mahasiwa di 17 perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia. Tidak hanya berprestasi secara akademik, para pendaftar juga harus memiliki wawasan dan budaya lingkungan. Direktur Eksekutif Pertamina Foundation Nina Nurlina Pramono menegaskan, pihaknya memang ingin memberikan kesempatan lahirnya calon-calon pemimpin bangsa yang mampu menerapkan dan mengajak orang lain untuk berbudaya lingkungan. “Sesuai dengan tujuan tersebut, maka program ini dinamakan Beasiswa Sobat Bumi Pertamina Foundation, dan dihadirkan untuk mendukung terwujudnya kehidupan dan budaya ramah lingkungan di kalangan mahasiswa,” kata Nina, dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Selasa (2/10/2012). Ke-17 PTN yang digandeng Pertamina Foundation dalam program beasiswa ini adalah:

…dst

4 ) Mahasiswa Fast Track Unsoed Tingkatkan Skill Bahasa Inggris
http://kampus.okezone.com/read/2012/10/01/373/697623/mahasiswa-fast-track-unsoed-tingkatkan-skill-bahasa-inggris

Senin, 01 Oktober 2012 18:01 wib
JAKARTA – Mahasiswa Program Fast-Track Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mengikuti seminar online yang digelar oleh Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC). Seminar ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa program fast track dalam menggunakan bahasa Inggris dan internet untuk publikasi karya ilmiah. Seminar Fast Track Online ini diikuti oleh enam Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Mereka adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Brawijaya (UB) Malang. Pada kesempatan tersebut, penerima beasiswa unggulan program Fast Track melakukan presentasi secara online yang disaksikan oleh mahasiswa dari universitas lainnya, kemudian dilakukan sesi tanya jawab. Ajang diskusi ini merupakan salah satu kewajiban dan bentuk solidaritas penerima beasiswa unggulan terhadap komunitasnya. Sehingga melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepekaan mahasiswa penerima beasiswa unggulan terhadap masalah sosial atau isu-isu aktual. Demikian, seperti dilansir dari situs Unsoed, Senin (1/10/2012).

…dst

5 ) ITS siap bantu uji sistem KRI Klewang
http://www.antaranews.com/berita/336256/its-siap-bantu-uji-sistem-kri-klewang

Senin, 1 Oktober 2012 19:05 WIB
Surabaya (ANTARA News) – Para pakar perkapalan dan kelautan ITS Surabaya menilai terbakarnya KRI Klewang (28/9) akibat kurang didukung dengan uji sistem dan prosedur baku secara laboratoris, karena itu ITS siap membantu kelanjutan program itu. “Kami memiliki tim konsorsium kapal perang yang bekerja sama dengan Kemhan sejak 2012 dan tim investigasi yang mendapat sertifikasi KNKT,” kata pakar transportasi laut ITS Dr RO Saut Gurning ST MSc di Surabaya, Senin. Dalam diskusi pakar di Rektorat ITS Surabaya itu, ia menjelaskan pihaknya siap membantu untuk melakukan uji sistem kapal dan prosedur baku secara laboratoris serta juga desain kapal ke depan untuk kelanjutan program itu. “Ke depan, program itu harus dilanjutkan, tapi jangan semata-mata program, melainkan program itu harus berdampak pada dua hal yakni peningkatan kemampuan teknologi bangsa dan penguatan industri perkapalan di sektor hulu,” katanya. Senada dengan itu, anggota Konsorsium Kapal Perang ITS Dr Subchan menegaskan bahwa terbakarnya KRI Klewang hendaknya tidak membuat pemerintah dan TNI menjadi patah arang. “Yang namanya tahap awal itu selalu ada kecelakaan, karena itu program itu harus terus dilanjutkan, apalagi teknologi yang dimiliki KRI Klewang itu hanya dimiliki 3-4 negara,” katanya.

…dst

6 ) Fakultas Kedokteran Unpatti Atasi Kekurangan Medis
http://edukasi.kompas.com/read/2012/10/02/16214296/Fakultas.Kedokteran.Unpatti.Atasi.Kekurangan.Medis

Selasa, 2 Oktober 2012 | 16:21 WIB
AMBON, KOMPAS.com – Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu optimistis kehadiran Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon bakal mengatasi kekurangan tenaga medis di daerahnya. “Saya telah meresmikan peningkatan status Program Pendidikan Kedokteran menjadi Fakultas Kedokteran Unpatti pada 28 September 2012, makanya paling lambat lima tahun ke depan kekurangan tenaga dokter di Maluku teratasi,” kata Gubernur, ketika dikonfirmasi Antara, di Ambon, Selasa (2/10/2012). Gubernur Ralahalu pada 28 September 2012 didampingi Rektor Unpatti Ambon Prof. Dr. Thomas Pentury juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit pendidikan setempat. “Jadi Unpatti Ambon pada 2012 akan menelorkan 50 sarjana kedokteran dan berdasarkan rekrutmen setiap tahun akademika, maka lima tahun ke depan akan meluluskan 250 tenaga medis,” ujarnya. Gubernur berbesar hati dengan kepedulian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun Kementerian Pendidikan dan Kebuadayaan untuk meningkatkan status Program Pendidkan Kedokteran menjadi Fakultas Kedokteran, termasuk pembangunan sarana, prasarana maupun peralatan dan sumber daya manusia (SDM).

…dst

7 ) Mahasiswa Undip Tak Kenal Diponegoro
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/531345/

Tuesday, 02 October 2012
SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang akan merayakan hari jadinya yang ke-55. Pada dies natalis tahun ini,kampus ini bertekad menjadi universitas unggul dan berkarakter. Sayangnya, banyak mahasiswa di kampus ini yang tak kenal dengan ketokohan Pangeran Diponegoro. Rektor Undip Sudharto P Hadi menegaskan lulusan Undip harus lebih unggul dibandingkan universitas lainnya. “Kami tidak ingin hanya unggul di level lokal maupun nasional, tapi juga di level regional dan internasional,” katanya kemarin. Melalui dies natalis tahun ini, pihaknya menekankan kepada seluruh mahasiswa dan sivitas akademika Undip untuk memahami betul karakter Pangeran Diponegoro. “Sesuai nama kampus kita ini, setidaknya semuanya harus mengenal karakter dari Diponegoro, sehingga lulusan akan memiliki karakter yang kuat,” kata Sudharto.

…dst

8 ) Undip: Hanya Sedikit Mahasiswa yang Paham Sosok Diponegoro
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/10/01/mb7soj-undip-hanya-sedikit-mahasiswa-yang-paham-sosok-diponegoro

Senin, 01 Oktober 2012, 19:43 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG–Universitas Diponegoro Semarang mengakui, hingga saat ini hanya sedikit mahasiswa di lingkup perguruan tinggi itu yang memahami dengan baik sosok dan perjuangan Pangeran Diponegoro. “Kami sempat melakukan survei kecil di lingkup Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip, khususnya kalangan mahasiswa baru,” kata Ketua Panitia Dies Natalis Ke-55 Undip Tinuk Istiarti di Semarang, Senin. Dekan FKM Undip itu menyebutkan dari sebanyak 450 mahasiswa baru fakultas tersebut ternyata hanya sembilan persen mahasiswa yang betul-betul memahami atas sosok dan perjuangan Pangeran Diponegoro. Ia mengatakan, para mahasiswa baru tersebut diuji dengan menanyakan segala yang berkaitan dengan pahlawan nasional yang namanya diabadikan sebagai nama kampus itu, khususnya biografi dan nilai-nilai perjuangan. “Misalnya, saat ditanya kota kelahiran Pangeran Diponegoro banyak yang tidak tahu. Ada yang menjawab Jawa saja, ada yang menjawab Jawa Tengah, padahal lahirnya kan di Yogyakarta. Apalagi karakter Diponegoro,” katanya.

…dst

9 ) Kesadaran Riset di Indonesia Masih Sangat Rendah
http://kampus.okezone.com/read/2012/10/02/373/697999/kesadaran-riset-di-indonesia-masih-sangat-rendah

Selasa, 02 Oktober 2012 14:04 wib
JAKARTA – Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana menjelaskan penelitian di Indonesia masih sangat rendah kesadarannya baik dalam tingkat anggaran maupun dalam tingkat lapangan. “Contohnya dalam pembuatan legislasi, makalah akademis harus dibuat sebelum RUU disahkan,” tutur Denny di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2012). Dikatakan olehnya, Indonesia menempati posisi di bawah Arab Saudi dengan menduduki peringkat 20 dalam penelitian. “Saya teringat saat bapak presiden mempresentasikan bahwa kita berada di peringkat ke-20 (dalam penelitian). Peringkat ke-19, kalau tidak salah, adalah Arab Saudi,” imbuhnya. Menurut Denny, penting untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian. Hal senada juga disampaikan oleh Rektor Universitas Paramadina Anis Baswedan. Dia mengatakan, masyarakat luas harus dilibatkan untuk bisa menjangkau masyarakat berbasis pengetahuan seperti dalam penelitian.

…dst

10 ) RI-Australia kerjasama penguatan kapasitas riset
http://www.antaranews.com/berita/336379/ri-australia-kerjasama-penguatan-kapasitas-riset

Selasa, 2 Oktober 2012 13:32 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah Republik Indonesia dan Australia bersepakat untuk bekerjasama memperkuat kapasitas riset para peneliti dan lembaga penelitian di Tanah Air, agar hasil riset mereka bisa digunakan sebagai landasan pengambilan kebijakan. “Kerjasama di sektor pengetahuan ini sangat penting bagi Australia dan Indonesia, karena Indonesia sedang berada di posisi peralihan dan perlu dicegah dari jebakan negeri pendapatan menengah,” kata Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Greg Moriarty, kepada pers, di Jakarta, Selasa. Lebih lanjut Dubes Moriarty menjelaskan bahwa kerjasama di bidang pengetahuan diharapkan bisa membantu Indonesia menemukan solusi-solusi lokal untuk mengurangi angka kemiskinan dan meneruskan pembangunan yang berkesinambungan. Sementara itu Kepala AusAid Indonesia Jacqui De Lacy mengatakan bahwa program hibah AusAid senilai Rp1 triliun untuk program berdurasi lima tahun ini akan memusatkan upaya peningkatan kualitas dan pengemasan riset. “AusAid tidak akan terlibat secara langsung dalam hal penentuan apa-apa yang akan diteliti. Yang akan didukung AusAid lewat program ini adalah meningkatkan fasilitas riset, pengemasan riset agar dibaca oleh pengambil kebijakan, dan meningkatkan konektifitas intelektual antara para peneliti dengan pengambil kebijakan,” kata Jacqui.

…dst

11 ) UGM dekatkan riset dengan pengambilan kebijakan publik
http://www.antaranews.com/berita/336418/ugm-dekatkan-riset-dengan-pengambilan-kebijakan-publik

Selasa, 2 Oktober 2012 16:46 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Universitas Gadjah Mada (UGM) akan terus mengupayakan agar riset semakin relevan terhadap pengambilan kebijakan, kata Rektor UGM Profesor Pratikno, di Jakarta, Selasa. Menurut Prof Pratikno, setiap tahunnya UGM memproduksi lebih dari 10.000 hasil riset berupa skripsi, tesis, dan desertasi. Belum lagi ribuan penelitian yang dihasilkan oleh para dosen. “Yang perlu dilakukan adalah membuat riset lebih relevan terhadap pengambilan kebijakan. Kami akan mendorong peneliti untuk berhubungan dengan para pembuat kebijakan,” kata dia saat jumpa pers peluncuran program kerjasama riset antara Indonesia dan Australia. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa UGM akan menguatkan struktur insentif bagi peneliti untuk meneliti bidang-bidang yang relevan terhadap kebijakan publik. “Peneliti akan didukung secara lebih bila risetnya relevan dengan pengambilan kebijakan,” ujar dia. Prof. Pratikno juga mencermati persoalan yang terjadi di dunia penelitian di Tanah Air.

…dst

12 ) “Pengambilan keputusan berdasarkan kepentingan politik”
http://www.antaranews.com/berita/336388/pengambilan-keputusan-berdasarkan-kepentingan-politik

Selasa, 2 Oktober 2012 14:15 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Rektor Universitas Gadjah Mada, Profesor Pratikno, mengatakan bahwa kebijakan publik harus berbasis riset yang berkualitas, bukan kepentingan politik kelompok dan sesaat. “Saat ini di Indonesia, pengambilan keputusan berdasarkan kepentingan politik dan kebijakan yang populer, bukan berdasarkan riset yang bisa menghasilkan kebijakan efektif dan efisien,” kata Prof Pratikno, seusai pembukaan acara “Menyusuri Jejak Baru Indonesia: Revitalisasi Pengetahuan untuk Pengentasan Kemiskinan”, di Jakarta, Selasa. Pratikno mengatakan, baik para peneliti maupun pengambil kebijakan perlu untuk bersama-sama membuka diri guna menghasilkan keputusan yang lebih baik dan bukan sekedar menghasilkan kebijakan populer tapi untuk kepentingan jangka pendek. “Para peneliti harus meningkatkan kapasitas dan membuat penelitian yang lebih relevan bagi para pengambil kebijakan. Sementara para pengambil kebijakan diharapkan bisa membuka diri untuk menggunakan hasil penelitian tersebut untuk mengambil kebijakan meskipun tidak populer,” kata Pratikno, saat peluncuran program kerjasama riset Indonesia-Australia.

…dst

13 ) UI Kembali Gelar Indonesia MUN
http://kampus.okezone.com/read/2012/10/02/373/698120/ui-kembali-gelar-indonesia-mun

Selasa, 02 Oktober 2012 17:02 wib
DEPOK – Interupsi, pimpinan sidang, anggota sidang, deadlock dan walk out. Istilah-istilah ini sering kita dengar di persidangan. Bayangkan apabila sidang internasional setaraf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ada di Indonesia, apalagi dilakukan oleh mahasiswa. Untuk ketiga kalinya, Universitas Indonesia (UI) menghadirkan simulasi sidang PBB. Acara besutan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI ini bertajuk “Indonesia Model of United Nations (MUN) 2012. Kali ini, panitia berharap sidang yang akan digelar pada 2-5 Oktober mendatang itu dihadiri oleh 240 delegasi mahasiswa. Ketua Panitia Indonesia MUN 2012, Gadis berujar, kegiatan ini tidak tertutup untuk mahasiswa FISIP, khususnya jurusan Hubungan Internasional (HI) saja. “Model United Nations merupakan kegiatan yang terbuka untuk semua orang. Oleh karena itu kami menawarkan sederet komite yang sekiranya dapat memenuhi ketertarikan para delegasi,” kata Gadis, seperti dikutip dari keterangan tertulis FISIP UI kepada Okezone, Selasa (2/10/2012).

…dst

14 ) Program Wirausaha Bagi Napi Antar Unnes Juara Pertama
http://kampus.okezone.com/read/2012/10/02/373/698224/program-wirausaha-bagi-napi-antar-unnes-juara-pertama

Selasa, 02 Oktober 2012 18:23 wib
JAKARTA – Tim Peneliti Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (Unnes) menuai prestasi dalam National Research Competition (Narration) di Universitas Indonesia (UI) belum lama ini. Pada kesempatan itu, mereka berhasil meraih jawara pertama pada kategori ilmu sosial dan humaniora. Tim yang beranggotakan Arif Prasetyo dan Ridwan Arifin ini mengalahkan lima finalis lainnya yang terdiri dari Tim Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unnes, Fakultas Teknik (FT) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Brawijaya (UB) Malang, dan UI. Pada kesempatan tersebut, mereka mengajukan penelitian dengan tema Pembekalan Keahlian Pembuatan Wayang Koran Pada Narapidana di Rutan Kelas II B Wonosobo sebagai Pilot Project Lapas Kreatif Berbasis Peningkatan Usaha Local Wisdom Narapidana di Indonesia. Ternyata, penelitian ini mampu memikat para dewan juri dalam ajang tersebut. Salah satu dewan juri yang merupakan peneliti dari Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Desriani mengungkapkan, hasil penelitian dua mahasiswa Unnes tersebut sangat kreatif dan dapat diaplikasikan. “Hasil penelitian tersebut luar biasa dan sangat mungkin bisa diterapkan untuk seluruh lembaga pemasyarakatan di Indonesia,” kata Desriani, seperti dikutip dari laman Unnes, Selasa (2/10/2012).

…dst

15 ) Mahasiswa Kedokteran Gigi Layani Masyarakat
http://edukasi.kompas.com/read/2012/10/01/18470183/Mahasiswa.Kedokteran.Gigi.Layani.Masyarakat

Senin, 1 Oktober 2012 | 18:47 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Jakarta melaksanakan Bulan Kesehatan Gigi dan Mulut (BKGN) 2012), dengan menyediakan layanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat. Kegiatan yang dimulai pada Senin (1/10/2010) hingga Rabu (3/10/2012) itu, melibatkan sebanyak 64 dokter gigi yang didampingi sekitar 224 mahasiswa kedokteran gigi dan 13 perawat gigi dari Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama). Pada kesempatan itu, masyarakat akan mendapatkan pelayanan berupa penambalan sederhana yang tidak melibatkan perawatan syaraf gigi (menggunakan bahan tambal amalgam, komposit, atau glass lonomer), pencabutan tanpa komplikasi gigi sulung atau gigi tetap, pembersihan karang gigi, dan perawatan pencegahan gigi berlubang dengan aplikasi fluoride atau fissure sealant.

…dst

16 ) Obati Diabetes dengan Biji Pala
http://kampus.okezone.com/read/2012/10/02/372/697976/obati-diabetes-dengan-biji-pala

Selasa, 02 Oktober 2012 13:38 wib
JAKARTA – Umumnya orang mengonsumsi buah pala dalam bentuk manisan, sementara bijinya dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Tetapi, biji pala ternyata memiliki khasiat lebih dari sekadar bumbu dapur, ia dapat mengobati diabetes. Menurut Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt., biji pala (Myristica fragrans Hout) memiliki kandungan agonis ganda PPAR alfa dan PPAR gamma, yang bermanfaat untuk penyakit diabetes. Penelitian pengajar di Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) ini menunjukkan, penderita diabetes akan mendapatkan khasiat biji pala yang lebih baik jika mengonsumsi ekstraknya dalam bentuk tablet. Sebab, buah pala juga mengandung zat myritisin dan safrol yang menyebabkan kantuk. “Untuk itu zat myritisin dan safrol harus dibuang, diperlukan teknik ekstraksi secara farmasi untuk memisahkan zat tersebut,” ujar Keri, seperti dilansir situs Unpad, Selasa (2/10/2012).

…dst

17 ) Asing Lirik Pembelajara Cyber Law Universitas Islam Sultan Agung
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/10/01/mb7m6f-asing-lirik-pembelajara-cyber-law-universitas-islam-sultan-agung

Senin, 01 Oktober 2012, 17:23 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG — Pembelajaran Cyberlaw di Universitas Islam Sultan Agung banyak diminati perguruan tinggi lain di luar negeri. Kerjasama akademis pun dijalin Unissula dengan 24 perguruan tinggi di 13 negara. Promosi bermula saat delegasi Unissula yang dipimpin rektor menghadiri Indo-Global Education Summit di Banglora India. Pada kesempatan tersebut, Unissula melakukan penjajakan kerjasama dengan berbagai universitas di dunia. Salah satunya dengan Departement of Computer Science Saurashtra University yang sangat tertarik dengan bidang cyber di Unissula. Rektor Unissula, Laode Kamaludin mengatakan, PT di dunia belum banyak mengangkat isu cyberlaw. Unissula pun kemudian ingin dikenal sebagai cyber university dan cyberlaw. “Mereka terkejut bahwa IT beluk mampu mengintegrasikan cyberlaw. Universitas lain biasanya fokus teknik dan teknologi. Namun kita ingin mengangkat tentang cyberlaw,” ujarnya.

…dst

18 ) UKG Online Gelombang Kedua Lancar
http://edukasi.kompas.com/read/2012/10/02/15310921/UKG.Online.Gelombang.Kedua.Lancar

Selasa, 2 Oktober 2012 | 15:31 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com- Pelaksanaan uji kompetensi guru (UKG) online gelombang kedua yang dimulai, Selasa (2/10/12), di sejumlah daerah relatif lancar. Hal ini karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengubah pelaksanaan UKG online berdasarkan kesiapan daerah dan tempat uji kompetensi (TUK). “Sejauh ini yang kami pantau pelaksanaan UKG online hari pertama lancar. Saya berkunjung di beberapa tempat di Jawa Tengah yang pada UKG gelombang pertama bermasah, sekarang bisa lancar. Kami mengapresiasi pelaksanaan UKG gelombang kedua yang lebih baik,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo.

…dst

19 ) Tawuran Pelajar Memprihatinkan
Kemendikbud Setuju Sekolah Turut Bertanggung Jawab
http://edukasi.kompas.com/read/2012/10/02/20551287/Kemendikbud.Setuju.Sekolah.Turut.Bertanggung.Jawab

Selasa, 2 Oktober 2012 | 20:55 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong pihak yang terlibat dalam tawuran terlebih sampai mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang untuk dibawa ke jalur hukum. Langkah ini tidak hanya berlaku untuk siswa pelaku tawuran, namun seluruh pihak yang terlibat, baik itu alumni, guru, hingga kepala sekolah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh mengatakan, tindakan untuk menekan aksi tawuran harus tegas dan tanpa pandang bulu, meskipun pelaku anak pejabat atau masih usia anak. “Kita harus tegas. Jika salah dan melakukan tindakan kriminal, harus dihukum, tidak peduli apakah itu masih anak-anak, atau anak pejabat sekalipun,” kata Nuh, sesaat sebelum menghadiri silaturahmi dengan Kapolda, tokoh agama, dan sekolah SMA-SMK se-DKI Jakarta, Selasa (2/10/2012) malam, di Jakarta. Akan tetapi, lanjutnya, jika anak tersebut diproses secara hukum atau masuk penjara sekalipun, makahak-haknya sebagai anak harus tetap diperhatikan tanpa harus mengurangi bobot kesalahannya.

…dst